Saturday, August 15, 2026
spot_img
HomeBUMNPrabowo Minta BUMN Dipangkas jadi 300 Perusahaan

Prabowo Minta BUMN Dipangkas jadi 300 Perusahaan

INAKINI.COM – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipangkas menjadi maksimal 300 perusahaan hingga akhir 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari program streamlining untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan pelat merah.

Menanggapi itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, proses perampingan BUMN saat ini terus dijalankan melalui sejumlah skema, mulai dari divestasi, merger, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal.

Dari total 1.074 BUMN, sekitar 290 perusahaan telah dikurangi. Langkah tersebut berlanjut hingga tersisa 300 perusahaan di akhir 2026. Namun, Rosan mengakui proses tersebut bukan perkara mudah karena setiap aksi korporasi harus mempertimbangkan berbagai aspek.

“Memang ini harus kami akui proses yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya,” ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Jumat , 14 Agustus.

Meski demikian, Rosan menegaskan Danantara akan melanjutkan program streamlining hingga jumlah BUMN mencapai target yang ditetapkan pemerintah pada akhir tahun ini.

Menurut Rosan, perampingan tersebut dilakukan untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengoptimalkan aset yang dimiliki BUMN.

“Tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, bisa meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada, ini yang sedang kami jalankan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipangkas menjadi maksimal 300 perusahaan hingga akhir 2026. Dengan target tersebut, lebih dari 750 BUMN akan ditutup atau dirampingkan dari jumlah yang sebelumnya mencapai 1.074 entitas.

Prabowo mengatakan, penataan BUMN dilakukan setelah pemerintah menemukan jumlah perusahaan pelat merah yang jauh lebih banyak dari perkiraannya. Bahkan, sejumlah BUMN memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

“Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, Sovereign Wealth Fund. Kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan. Bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, setelah dilakukan penataan, pemerintah menemukan jumlahnya mencapai lebih dari seribu entitas.

“Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400. 1.074. Dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” ujarnya.

Prabowo menilai masih terdapat banyak BUMN yang tidak produktif dan terus mengalami kerugian. Karena itu, pemerintah akan mempertahankan perusahaan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

“Saudara-saudara, terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu,” ucapnya.

Prabowo kemudian mengungkapkan pemerintah telah menutup 290 BUMN sebagai bagian dari proses restrukturisasi. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun.

“Tapi saya dengan bangga hari ini saya mau laporkan kepada Majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” jelas Prabowo.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments