Tuesday, September 22, 2026
spot_img
HomeHealthKasus Influenza A di Sejumlah Daerah Meningkat, Kemenkes Perketat Pemantauan

Kasus Influenza A di Sejumlah Daerah Meningkat, Kemenkes Perketat Pemantauan

INAKINI.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan peningkatan kasus Influenza A yang terdeteksi di sejumlah daerah masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah terus memperkuat pemantauan melalui fasilitas kesehatan sentinel untuk mendeteksi lebih dini apabila terjadi peningkatan kasus yang signifikan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan peningkatan kasus influenza menjelang akhir tahun merupakan pola musiman yang biasa terjadi. Berdasarkan hasil surveilans, kelompok anak usia 0-4 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terdampak pada peningkatan kasus kali ini.

“Kasus influenza yang terdeteksi mayoritas terjadi pada kelompok usia nol hingga empat tahun. Proporsinya mencapai 33 persen dari keseluruhan kasus yang terdeteksi,” kata Aji.

“Peningkatan kasus influenza belum memberikan tekanan berarti terhadap kapasitas layanan kesehatan nasional hingga saat ini. Meski kunjungan pasien meningkat, fasilitas kesehatan masih mampu menangani pasien dan belum mengalami kelebihan kapasitas,” ujar Aji.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sehari sebelumnya. Budi menyebut peningkatan kasus influenza terpantau di rumah sakit sentinel, namun belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Influenza memang mengalami kenaikan berdasarkan pemantauan melalui sentinel checking di sejumlah rumah sakit. Kami melakukan pengecekan di rumah sakit untuk memantau apakah terdapat kenaikan kasus influenza,” ujar Budi.

Budi menjelaskan influenza memiliki pola musiman, sehingga peningkatan kasus pada periode tertentu perlu diantisipasi pemerintah secara berkala. Pemantauan pemerintah menunjukkan peningkatan kasus didominasi Influenza A, disertai sedikit kasus Rhinovirus di sejumlah wilayah.

“Belum terlihat perbedaan signifikan kenaikan kasus influenza tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kasus yang meningkat didominasi Influenza A, sementara Rhinovirus juga ditemukan meski jumlahnya sedikit,” ujar Menkes Budi.

Budi memastikan virus yang terdeteksi saat ini belum menunjukkan karakteristik strain yang berbahaya. Pemerintah tetap melakukan pemantauan dan meminta daerah segera melaporkan apabila menemukan peningkatan kasus dengan kondisi yang berat.

“Strain influenza yang terdeteksi saat ini bukan termasuk strain yang berbahaya, sehingga pemerintah terus melakukan pemantauan. Kami meminta daerah melaporkan segera jika terjadi peningkatan kasus atau ditemukan pasien dengan kondisi yang benar-benar parah,” ucap Menkes Budi.

Ventilasi Jadi Faktor Pencegahan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan peningkatan laporan kasus dari sejumlah rumah sakit belum menggambarkan kondisi influenza secara keseluruhan. Data rumah sakit rujukan perlu dibaca hati-hati karena belum mewakili situasi influenza nasional secara menyeluruh.

Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, mengatakan karakteristik pasien dan jenis layanan setiap rumah sakit berbeda. Rumah sakit rujukan, misalnya, memiliki karakteristik pasien yang tidak sepenuhnya sama dengan rumah sakit daerah.

“Data influenza di setiap rumah sakit sangat mungkin berbeda, terutama antara rumah sakit rujukan dan RSUD. Karakteristik pasien serta layanan yang tersedia di setiap rumah sakit juga sangat mungkin berbeda,” kata Anggraini.

Anggraini menyebut data influenza Indonesia yang dilaporkan kepada WHO WPRO hingga 10 September 2026 belum menunjukkan peningkatan dibandingkan 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa peningkatan kunjungan pasien di sejumlah wilayah perlu dibaca secara hati-hati.

Menurutnya, kasus influenza dapat lebih banyak teridentifikasi di wilayah perkotaan karena akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan relatif lebih mudah. Aktivitas berkumpul di sekolah maupun ruang tertutup juga dapat membuat penularan lebih mudah dirasakan masyarakat.

“Walaupun di sekolah banyak terdengar kasus flu, kemampuan masyarakat untuk memeriksakan kondisi tersebut cukup tinggi di perkotaan. Karena itu, kasus influenza lebih terasa meningkat di wilayah perkotaan dibandingkan daerah lainnya,” ucap Anggraini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments