INAKINI.COM – Kementerian Pariwisata mengungkapkan sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditutup sementara dan memerlukan perhatian khusus, setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 menghantam pada Sabtu (15/8/2026). Penutupan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keselamatan wisatawan.
Kementerian Pariwisata melakukan pemantauan kondisi pariwisata di wilayah terdampak melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Pemantauan dilakukan dengan verifikasi lapangan secara berkala terhadap hotel, restoran, dan destinasi wisata.
BPOLBF juga mengoperasikan hotline informasi pariwisata bagi wisatawan dan pelaku usaha. Layanan tersebut bertujuan memastikan informasi mengenai kondisi destinasi dan akses wisata yang disampaikan kepada publik akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah destinasi yang masih ditutup antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu’u di Kabupaten Manggarai. Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende juga masih ditutup karena terdapat longsoran pada dinding kawah.
Selain itu, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka serta sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo masih menghadapi kendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Dampak gempa juga menyebabkan penyesuaian operasional sejumlah bandara di NTT. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara itu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga Sabtu (22/8/2026).
Sementara itu, Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Frans Seda di Maumere, dan Bandara Gewayantana di Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan. Untuk membantu wisatawan dan pelaku usaha mendapatkan informasi terbaru, BPOLBF membuka hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555 yang menyediakan informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta akomodasi setelah gempa.
Sejumlah destinasi utama di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai berangsur normal. Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah kembali beroperasi secara normal. Akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga telah dibuka.
Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa kembali berjalan normal. Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada Senin (17/8/2026).
Destinasi lain, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, juga tetap beroperasi dan ramai dikunjungi wisatawan. Sementara itu, destinasi Batu Cermin telah kembali dibuka sejak Minggu (16/8/2026).
Dari sektor akomodasi di Kabupaten Manggarai Barat, mayoritas hotel besar, seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta’aktana Marriott, dan Meruorah, dilaporkan dalam kondisi aman meski mengalami kerusakan ringan.
Pasokan listrik dan jaringan internet di wilayah tersebut juga telah kembali normal. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai tamu yang mempercepat kepulangan akibat kondisi pascagempa.


