Tuesday, May 12, 2026
spot_img
HomeInternationalInggris Kerahkan Kapal Tempur untuk Amankan Selat Hormuz

Inggris Kerahkan Kapal Tempur untuk Amankan Selat Hormuz

INAKINI.COM – Pemerintah Inggris mengerahkan kapal tempur HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan misi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan kapal penghancur Tipe 45 tersebut sebelumnya ditempatkan di Laut Mediterania timur dekat Siprus sebelum diperintahkan bersiaga di kawasan strategis tersebut.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan misi maritim multinasional yang dipimpin bersama Inggris dan Prancis guna menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Inisiatif tersebut mendapat dukungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Kami dapat memastikan bahwa HMS Dragon akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk bersiaga menjelang kemungkinan pelaksanaan misi multinasional dalam rangka melindungi pelayaran internasional, saat kondisi memungkinkan untuk melintas di Selat Hormuz,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris, Sabtu (9/5/2026).

“Pra-penempatan HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan bijak yang akan memastikan kesiapan Inggris, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, untuk mengamankan selat tersebut,” lanjutnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk Persia.

Konflik tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Pada 8 April 2026, gencatan senjata sempat dicapai melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan damai tahap pertama di Islamabad pada 11 April gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu guna memberi ruang diplomasi untuk mencari solusi permanen atas konflik tersebut.

Meski demikian, sejak 13 April 2026, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade maritim terhadap Iran di wilayah perairan strategis Selat Hormuz.

Pada 5 Mei 2026, Donald Trump juga mengumumkan bahwa militer AS menunda sementara pelaksanaan “Project Freedom”, operasi yang sebelumnya dirancang untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Situasi keamanan di kawasan tersebut kini terus dipantau dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik global dan distribusi energi dunia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments