Sunday, August 23, 2026
spot_img
HomeHealthRamai CDC AS Keluarkan Travel Alert soal Zika di Bali, Ini Bantahan...

Ramai CDC AS Keluarkan Travel Alert soal Zika di Bali, Ini Bantahan Kemenkes RI

INAKINI.COM – Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat belum lama ini menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait virus Zika di Bali, Indonesia, pada 7 Agustus 2026.

Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul peningkatan kasus Zika pada wisatawan yang kembali dari Bali.
Travel Health Notice Level 2 berarti wisatawan yang berencana mengunjungi Bali diminta menerapkan langkah pencegahan tambahan atau practice enhanced precautions.

Menyoroti hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI buka suara. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Andi Saguni mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus Zika yang terdeteksi di Provinsi Bali.

Menurutnya, pemantauan melalui sejumlah sistem surveilans juga belum menemukan adanya kasus Zika di wilayah tersebut.

“Kasus Zika di Provinsi Bali tidak pernah ada laporan kasus sampai dengan hari ini,” kata Andi Saguni pada Sabtu (22/8/2026).

Andi Saguni menjelaskan, selama ini Kemenkes menjalankan sistem surveilans sentinel arbovirosis untuk memantau sejumlah penyakit yang ditularkan melalui vektor, termasuk dengue, Zika, dan chikungunya. Namun, hingga saat ini belum ditemukan adanya Zika melalui sistem tersebut.

Selain itu, pemantauan melalui sistem surveilans sindrom Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di 21 rumah sakit juga belum mendeteksi kasus Zika.

Andi Saguni menuturkan, informasi mengenai wisatawan asing yang dilaporkan positif Zika setelah berkunjung ke Bali sebelumnya merujuk pada buletin European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) pada minggu ke-16 atau periode 11-17 April 2026.

Dalam buletin tersebut disebutkan adanya wisatawan asal Prancis dan Jerman yang dinyatakan positif Zika setelah melakukan perjalanan ke Bali. Namun, data yang disampaikan ECDC disebut tidak merinci lokasi yang dikunjungi para wisatawan tersebut selama berada di Bali.

Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan verifikasi dan tidak menemukan adanya kasus Zika yang terkait dengan wisatawan asing tersebut di Bali.

“Saat berita buletin ECDC dinaikkan lagi oleh CDC Amerika Serikat, langsung ditindaklanjuti melalui pertemuan dengan CDC Indonesia dan CDC Amerika Serikat,” ujar Andi Saguni.

Ia menambahkan, hingga 10 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB, Indonesia juga belum menerima notifikasi melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari Prancis maupun Jerman terkait kasus Zika tersebut.

“Sampai saat ini pun tidak ada notifikasi IHR terkait Zika dari negara-negara tersebut,” pungkasnya.

“Tidak ada bukti,” lanjutnya lagi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments