Friday, June 5, 2026
spot_img
HomeFinanceBelanja Negara Tumbuh 34% YoY, Jadi Rp1.365 Triliun

Belanja Negara Tumbuh 34% YoY, Jadi Rp1.365 Triliun

INAKINI.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa Belanja negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.365 triliun, tumbuh sebesar 34,4% secara year-on year. Belanja negara tersebut mencerminkan 35.5% terhadap total anggaran belanja pemerintah di tahun 2026 yakni sebesar Rp3.842 triliun.,

Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.059 triliun, mencatatkan kenaikan sebesar 52,6% secara yoy yang terdiri dari belanja kementerian lembaga (K/L) dan belanja non K/L.

“Belanja kementerian lembaga tumbuh 58,9% mencapai Rp517,7 triliun rupiah. Non-Kementerian lembaga tumbuh Rp54,6 triliun rupiah, tumbuh 47,0%,” kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Keadaan ini menurut Purbaya menunjukkan bahwa uang yang masuk ke perekonomian lebih banyak dan lebih cepat apabila dibandingkan tahun lalu.

“Karena kita ingin belanja terjadi merata sepanjang tahun, tidak hanya di tiruan keempat saja,” kata Purbaya. Purbaya juga menyebut bahwa saat ini belanja pemerintah semakin pesat dan semakin produktif.

Secara rinci, belanja K/L didominasi oleh Belanja barang yang mencapai 209,3 triliun rupiah atau tumbuh 114,9%, sementara itu belanja pegawai tercatat naik 25,2% ke level Rp155,1 triliun.

Belanja modal tercatat naik 46,8% secara yoy ke angka Rp81,6 triliun sementara belanja bansos mencatatkan kenaiakan sebesar 46,9% ke angka Rp71,7 triliun secara yoy.

“Belanja barang, belanja modal tumbuhnya kencang dan jumlahnya cukup besar, di jumlahnya itu hampir 300 triliun. Ini strategi pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden untuk memastikan uang pemerintah setiap rupiah yang dibelanjakan itu berdampak positif kepada perekonomian, tepat waktu, dan tepat sasaran dengan kebocoran yang sedikit,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Sementara itu, untuk Transfer ke Daerah tercatat sebesar Rp306,1 triliun yang mencerminkan 44,2% dari APBN.

“Jadi kalas kita bandingkan dengan tahun lalu, lebih tinggi dan lebih cepat. Kita juga ada pemanfaatan anggaran TKD untuk 4,3 juta ASN daerah, 42,3 juta siswa penerima BOS, 5,8 juta siswa PAUD, 992 ribu siswa program kesejahteraan dan 616 ribu guru,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan bahwa hingga kini, pemerintah sama sekali tidak mengurangi dana untuk program-program transfer ke daerah tersebut.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments