Sunday, October 25, 2026
spot_img
HomeBusinessWCCE 2026 Luncurkan 3 Inisiatif Strategis Ekonomi Kreatif

WCCE 2026 Luncurkan 3 Inisiatif Strategis Ekonomi Kreatif

INAKINI.COM – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya resmi menutup rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta.

Konferensi internasional tersebut menghasilkan tiga inisiatif strategis untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemetaan ekosistem, dan ketersediaan data ekonomi kreatif nasional.

“Hari ini kita baru saja menutup secara resmi World Conference on Creative Economy yang kelima,” kata Teuku Riefky dalam konferensi pers penutupan, Jumat (23/10/2026).

Tiga inisiatif strategis yang dihasilkan dalam WCCE 2026 meliputi Creative Economy Data Model (CEDM) yang dikembangkan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy untuk memperkuat keterampilan dan kompetensi SDM kreatif.

“Dalam rangkaian WCCI 2026, Kemenerkaf juga meluncurkan tiga inisiatif strategis yang pertama adalah CEDM, Creatif Ekonomi Data Model bersama WIPO, World IT Organization untuk pemetaan ekosistem Heckraft,” kata Teuku Riefky.

Inisiatif kedua adalah Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 yang disusun bersama Katadata sebagai referensi data dan arah pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu, inisiatif ketiga, Ekraf Academy, difokuskan pada penguatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja kreatif melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Dan yang ketiga, Heckraft Academy bersama ICCN, Asosiasi dan Lembaga Sertifikasi Profesi untuk memperkuat keterampilan dan kompetensi SDM Kreatif melalui pelatihan sesuai kebutuhan industri didukung kerjasama dengan 30 perguruan tinggi,” jelasnya.

Selain meluncurkan tiga inisiatif strategis tersebut, WCCE 2026 juga menghasilkan kesepakatan berupa dokumen Jakarta Vision on Creative Economy dalam pertemuan tingkat menteri (Ministerial Meeting).

Teuku Riefky menjelaskan, dokumen tersebut merupakan hasil proses konsultasi sejak April 2026 yang dilanjutkan melalui rangkaian Friends of Creative Economy Meeting atau FCE Square. Forum tersebut melibatkan peserta dari 42 negara sebelum dilanjutkan dengan pembahasan bersama delegasi negara-negara peserta.

Jakarta Vision memuat empat prioritas utama untuk memperkuat ekonomi kreatif global, yakni perluasan akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital, penguatan kolaborasi kreator yang berkelanjutan, perlindungan kekayaan intelektual, serta remunerasi yang adil disertai perluasan akses pembiayaan dan investasi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bersama negara-negara mitra selanjutnya akan mendorong dokumen tersebut ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Majelis Umum PBB atau United Nations General Assembly (UNGA).

Teuku Riefky mengatakan, WCCE 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah konferensi tersebut berdasarkan jumlah keterwakilan kepala delegasi yang hadir.

“WCCE melibatkan perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, dengan kehadiran 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta 7.639 peserta,” ujar Teuku.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments