Wednesday, May 13, 2026
spot_img
HomeBUMNAngkasa Pura I dan II Resmi Merger, Jadi Operator Bandara Terbesar ke-5...

Angkasa Pura I dan II Resmi Merger, Jadi Operator Bandara Terbesar ke-5 Dunia

Proses Merger Butuh Waktu 9 Bulan

Kesulitan lainnya, pelaksanan proses merger ini juga diharuskan untuk tidak mengganggu operasional kedua bandar udara demi kenyamanan penumpang. Dengan ini, diperlukan waktu hingga 9 bulan untuk menyelesaikan proses penggabungan usaha sejak Desember 2023 lalu.

“Dan Alhamdulillah proses merger ini sudah selesai, termasuk di dalamnya kami menyelesaikan 69 aturan yang untuk supaya sesuai dengan aturan yang berlaku,” beber dia.

Ke depan, PT Angkasa Pura Indonesia difokuskan untuk meningkatkan pendapatan di luar sektor non-aeronautika (non-aero). Salah satu strategi untuk memacu bisnis non aero adalah memanfaatkan lahan-lahan yang menganggur di seputar kawasan bandara agar menjadi optimal.

“Kita menyadari pendapatan kita masih didominasi oleh aero. Tapi, tahun ini kita berhasil memberikan kontribusi yang cukup signifikan, kita growth sebesar 49 persen ini satu pencapaian yang cukup baik, tentu saja dan harapan kita di depan bawah pengelolaan bandara kita lebih baik,” tandas dia.

Sebelumnya, Faik Fahmi mengatakan, merger sudah masuk dalam tahapan compliance. Compliance wajib dilakukan oleh setiap usaha atau perusahaan. Jika tidak, perusahaan dapat dikenai sanksi, dari denda hingga pencabutan izin usaha.

Dia memastikan, konsep bisnis hingga rencana lain ke depan sudah disiapkan, sehingga memungkinkan proses gabungan AP I dan AP dua selesai di bulan depan.

“Lagi menyelesaikan terkait dengan masalah compliance-nya aja, tapi secara konsep bisnis, secara rencana ke depan itu sudah kita siapkan,” ujar Faik saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, ditulis Rabu (21/8/2024).

Merger dinilai menjadi langkah transformasi di sektor pengelolaan bandara, terutama mengoptimalkan potensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik Indonesia.

Faik Fahmi mengaku, aksi korporasi itu tidak hanya menyelesaikan persoalan di masing-masing Angkasa Pura I dan II saja, namun juga menjadi jawaban atas masalah dalam industri aviasi di Tanah Air.

“Jadi konsep merger inikan sebenarnya tidak hanya untuk menyelesaikan masalah AP I dan AP II, tapi menyelesaikan masalahnya aviasi industri di Indonesia, jadi banyak hal yang bisa kita selesaikan,” paparnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments