INAKINI.COM – Rupiah berbalik menguat pada sesi perdagangan Selasa (9/6/2026) siang, setelah Bank Indonesia mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.
Volatilitas rupiah hari ini mampu diredam setelah BI kembali mengerek suku bunga acuan BI Rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Setelah pengumuman, rupiah menguat 0,2%, lalu penguatan berlanjut sebesar 0,44% ke posisi Rp18.090/US$ pada 12:54 WIB.
“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah,” sebut BI dalam keterangannya.
Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, BI setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan.
Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan.
Langkah ini ditempuh BI setelah imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga naik. Selama ini SRBI jadi salah satu alat utama bank sentral untuk menarik dana dan menopang nilai tukar. Imbal hasil SRBI juga secara konsisten mengalami kenaikan di seluruh tenor.
Imbal hasil tenor 3 bulan naik dari 6,47% menjadi 6,62%, tenor 6 bulan naik dari 6,69% menjadi 6,87%, sementara tenor 12 bulan melonjak dari 6,94% menjadi 7,24%. Meski begitu, kenaikan imbal hasil tersebut tetap disokong oleh minat investor yang cukup tinggi dengan adanya lonjakan volume transaksi. Misalnya, untuk SRBI tenor 12 bulan volume perdagangan melesat dari Rp405 miliar menjadi hampir Rp7 triliun dalam sehari.


