INAKINI.COM – Badan Bank Tanah (BBT) menargetkan total hak pengelolaan lahan (HPL) mencapai 70.257,41 hektare pada 2026. Hingga 30 April 2026, realisasi pengelolaan lahan tercatat sebesar 35.011,75 hektare.
Angka tersebut setara sekitar 49,84 persen dari target pengelolaan lahan tahun ini. Badan Bank Tanah menyebut pertumbuhan pengelolaan lahan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Hingga 30 April 2026 total HPL yang kami kelola sekitar 35.000 hektare, dimana pertumbuhan terbesar terjadi pada 2024. Kenaikannya sekitar 79 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara 2025 masih berlanjut, meskipun melambat menjadi 5 persen,” ujar Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah BBT, Perdananto Aribowo, saat rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, BBT menargetkan penambahan pengelolaan lahan sekitar 35.451 hektare. Dengan tambahan tersebut, total pengelolaan lahan ditargetkan mencapai lebih dari 70 ribu hektare pada akhir 2026.
Ia menambahkan, pengelolaan lahan diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional. Termasuk reforma agraria, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Data Badan Bank Tanah menunjukkan luasan HPL terus meningkat sejak 2022. Pada tahun tersebut, total luasan HPL tercatat sebesar 10.960,48 hektare.
Kemudian pada 2023, luas HPL meningkat menjadi 18.479,39 hektare. Angka itu kembali naik menjadi 33.155,59 hektare pada 2024.
Sementara pada 2025, total luasan HPL mencapai 34.806,41 hektare. Hingga April 2026, luas pengelolaan lahan kembali bertambah menjadi 35.011,75 hektare.


