Friday, April 10, 2026
spot_img
HomeBUMNCitilink Sesuaikan Fuel Surcharge dan Harga Tiket Pesawat Imbas Kenaikan Harga Avtur

Citilink Sesuaikan Fuel Surcharge dan Harga Tiket Pesawat Imbas Kenaikan Harga Avtur

INAKINI.COM – Maskapai penerbangan Citilink memastikan keberlangsungan layanan penerbangan kepada masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika industri penerbangan nasional. Langkah ini diambil sejalan dengan implementasi penyesuaian biaya tambahan (fuel surcharge) dan rencana pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Kebijakan ini merespons kenaikan harga avtur yang berlaku sejak Rabu (1/4/2026). Citilink berkomitmen menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat bagi penumpang sesuai dengan ketentuan regulasi, khususnya Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 83 Tahun 2026 tentang penyesuaian komponen biaya tambahan pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas industri penerbangan nasional yang terdampak lonjakan harga bahan bakar pesawat.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan industri penerbangan di tengah lonjakan signifikan harga avtur,” ujar Darsito Hendroseputro pada Kamis (9/4/2026).

Pendekatan Terukur dalam Penyesuaian Tarif

Dalam mengimplementasikan penyesuaian harga tiket, Citilink menerapkan pendekatan yang terukur. Perusahaan mempertimbangkan berbagai aspek krusial, mulai dari keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, hingga kepatuhan terhadap aturan regulator.

Selain penyesuaian tarif, Citilink juga melakukan langkah mitigasi operasional. Hal ini mencakup penyesuaian jadwal dan frekuensi penerbangan di sejumlah rute guna memastikan efisiensi dan efektivitas layanan tetap berkelanjutan.

“Evaluasi atas penyesuaian operasional dan tarif akan dilakukan secara berkala seiring dengan pergerakan harga avtur yang berlangsung dinamis. Kami memastikan langkah-langkah yang diambil tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan,” tegas Darsito Hendroseputro.

Ke depan, Citilink akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah selaku regulator dan para pemangku kepentingan terkait. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal sehingga konektivitas udara bagi masyarakat tidak terganggu.

Meski terdapat penyesuaian biaya, Citilink menegaskan komitmennya untuk tidak mengompromikan kualitas layanan. Aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional maskapai berbiaya hemat (LCC) ini.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara beban operasional maskapai akibat kenaikan harga avtur dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi udara yang terjangkau.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments