Sunday, February 22, 2026
spot_img
HomeNewsProyek SRRL Fase 1 Resmi Dimulai, Siap Hubungkan Surabaya-Sidoarjo

Proyek SRRL Fase 1 Resmi Dimulai, Siap Hubungkan Surabaya-Sidoarjo

INAKINI.COM – Setelah melalui pembahasan panjang hampir setahun terakhir, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) akhirnya resmi dimulai.

Kickoff proyek transportasi massal ini digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, menandai langkah konkret pengembangan sistem perkeretaapian regional di kawasan Surabaya Raya.

Pembahasan intensif proyek SRRL berlangsung melalui serangkaian rapat di Surabaya sejak Rabu, 11 Februari 2026. Puncaknya, keputusan pengerjaan SRRL fase pertama resmi dibuat pada Jumat (13/2/2026).

Pendanaan proyek SRRL dipastikan berasal dari KfW atau Bank Pembangunan Jerman melalui skema pinjaman. Sementara itu, Chodai Co.Ltd dan PT Dardela Yasa Guna ditunjuk sebagai konsultan desain proyek.

Pelaksana Tugas Direktur Prasarana Perkeretaapian – Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Catur Wicaksono mengungkapkan bahwa proyek SRRL merupakan pekerjaan yang sangat kompleks karena mencakup banyak aspek strategis sekaligus.

“Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam,” ungkapnya.

Catur Wicaksono menambahkan, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci utama agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. Koordinasi intens dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, serta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

”Kami telah bekerjasama dengan KfW sebelumnya pada lintas operasi KRL Solo–Yogya. Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita,” tamba Catur Wicaksono.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi dimulainya proyek SRRL. Menurutnya, pembangunan jalur ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah masuk tahap teknis yang detail dan terukur.

“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” katanya.

Emil Dardak menyebutkan bahwa pendanaan sebesar 230 juta euro telah tersedia dan siap dimanfaatkan. Namun, proyek ini membutuhkan perhatian khusus karena akan dikerjakan tanpa mengganggu operasional kereta api yang sudah berjalan.

“Tentunya membutuhkan atensi khusus karena SRRL ini akan dikerjakan bersama dan beriringan dengan Jalur Ganda Sepanjang–Wonokromo yang juga akan dibangun oleh DJKA,” ujar Emil Dardak.

Pada tahap awal, SRRL Fase I-A akan menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng–Stasiun Sidoarjo dengan sistem Kereta Rel Listrik (KRL). Selain itu, Depo Sidotopo juga direncanakan dipersiapkan sebagai depo KRL untuk mendukung operasional SRRL.

Proyek SRRL diharapkan menjadi solusi nyata kemacetan di Surabaya dan Sidoarjo, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan metropolitan Jawa Timur.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments