Friday, May 24, 2024
spot_img
HomeSportSejarah Perjalanan Kejuaraan Bulu tangkis Sudirman Cup

Sejarah Perjalanan Kejuaraan Bulu tangkis Sudirman Cup

INAKINI.COM – Piala Sudirman atau Sudirman Cup merupakan Kejuaraan Beregu Campuran Dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali.

Sudirman Cup merupakan ujian kekuatan tim secara menyeluruh. Ada lima pertandingan di setiap pertandingan: Tunggal Putra (Men’s Singles), Tunggal Putri (Women’s Singles), Ganda Putra (Men’s Doubles), Ganda Putri (Women’s Doubles), dan Ganda Campuran (Mixed Doubles).

Dick Sudirman, yang menjadikan Sudirman Cup dilembagakan, adalah salah satu pendiri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Presidennya selama 22 tahun. Dia mendapatkan rasa hormat di seluruh dunia sebagai administrator PBSI dan dengan badan pengatur lainnya seperti Konfederasi Bulu Tangkis Asia (Asian Badminton Confederation) dan Federasi Bulu Tangkis Internasional (International Badminton Federation).

Meskipun kontribusinya untuk bulu tangkis sangat besar, dia paling dikenang karena perannya yang sangat penting dalam membantu penyatuan badan pengatur dunia. Pada bulan Februari 1978, sebuah grup yang memisahkan diri dari IBF, yang disebut Federasi Bulu Tangkis Dunia (World Badminton Federation), dibentuk, dan untuk sementara waktu, dua sirkuit berjalan secara paralel. Aspirasi Olimpiade bulutangkis berada dalam bahaya, tetapi upaya rekonsiliasi telah menemui beberapa hambatan.

Dick Sudirman memiliki teman di kedua badan dunia dan memprakarsai pertemuan informal di Bandung antara para pemimpin kedua federasi pada 28 Mei 1979. Ia mengusulkan pembentukan kelompok studi kerja yang terdiri dari tokoh-tokoh kedua federasi untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan.

Dia juga menyarankan pertandingan persahabatan antara pemain dari dua federasi. Proposalnya diterima dan menjadi dasar untuk upaya rekonsiliasi. Tepat dua tahun kemudian, pada 28 Mei 1981, kedua badan dunia itu dipersatukan.

Menyusul kematian Sudirman (karena stroke) pada 10 Juni 1986, teman lamanya dan wakil presiden PBSI Suharso Suhandinata menulis kepada Presiden IBF Arthur Jones mengingat kontribusi Sudirman untuk bulu tangkis.

Dalam surat tertanggal Agustus 1986 itu, Suhandinata menyarankan agar sesuatu yang nyata dimulai untuk mengenang Sudirman, dan menanyakan apakah IBF akan mempertimbangkan proposal Indonesia untuk sebuah kompetisi yang akan dilembagakan untuk namanya.

Gagasan tersebut dikemukakan untuk dibahas pada pertemuan Dewan IBF oleh Arthur Jones pada tahun 1986. Pada tahun 1988 IBF yakin akan kemungkinan mengadakan Kejuaraan Beregu Campuran Dunia dan menerima tawaran piala dari Indonesia. Karena kalender yang padat, Dewan IBF memutuskan bahwa Piala Sudirman diselenggarakan bersamaan dengan Kejuaraan Dunia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments