Friday, September 4, 2026
spot_img
HomeBusinessIndonesia jadi Co-host CISMEF 2026, UMKM Dibidik Tembus Pasar Tiongkok

Indonesia jadi Co-host CISMEF 2026, UMKM Dibidik Tembus Pasar Tiongkok

INAKINI.COM – Pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia memanfaatkan besarnya potensi pasar Tiongkok yang memiliki sekitar 1,2 miliar penduduk. Peluang tersebut dibidik melalui keikutsertaan Indonesia sebagai Co-host Country dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, China.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pasar Tiongkok menjadi salah satu pasar strategis yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses produk UMKM Indonesia ke pasar internasional.

“Tiongkok merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 miliar jiwa. Ini merupakan peluang yang perlu kami manfaatkan bersama,” ujar Maman dalam pembukaan CISMEF 2026, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 4 September.

Menurut Maman, peluang pasar yang besar tersebut harus diikuti dengan kesiapan produk Indonesia, terutama dari sisi kualitas. Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu memastikan produk yang dibawa ke pasar internasional mampu memenuhi standar dan bersaing dengan produk dari negara lain.

“Kementerian UMKM bersama Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan produk yang direpresentasikan sebagai produk unggulan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar internasional,” katanya.

Ajang yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di China Import and Export Fair Complex, Guangzhou, tersebut diselenggarakan oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China. Kegiatan tersebut menjadi platform bagi UMKM untuk memperluas jejaring bisnis dan bertemu dengan buyer, investor serta mitra usaha internasional.

Dalam ajang tersebut, Kementerian UMKM bersama Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) menghadirkan Paviliun Indonesia. Paviliun itu menampilkan produk unggulan UMKM, potensi daerah, peluang investasi, sektor pariwisata serta berbagai inovasi nasional.

Paviliun Indonesia juga tidak hanya berfungsi sebagai ruang promosi. Sejumlah kegiatan bisnis disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional, mulai dari business matching, forum bisnis, networking, presentasi bisnis dan produk hingga fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) maupun kontrak kerja sama.

Maman menyebut, momentum CISMEF diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas bagi produk UMKM Indonesia.

“Momentum CISMEF menjadi salah satu ruang strategis untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk UMKM Indonesia, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik,” ucapnya.

Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah menyampaikan, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan bagi UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global melalui koneksi langsung dengan buyer dan mitra usaha internasional.

“Melalui CISMEF dan Paviliun Indonesia, kami mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer serta mitra usaha dari berbagai negara, sehingga peluang yang tercipta tidak berhenti pada promosi produk, tetapi dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama bisnis nyata,” terang Budihardjo.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta turut membawa potensi dan produk unggulan daerah melalui Choose Jakarta. Keikutsertaan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan produk lokal Jakarta kepada buyer, investor dan mitra usaha internasional, terutama dari pasar Tiongkok.

Kepala Dinas PPKUKM Pemprov DKI Jakarta Elizabeth Ratu Rante Allo menuturkan, kehadiran Jakarta di CISMEF merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global sekaligus membuka akses lebih luas bagi produk lokal.

“Melalui Choose Jakarta yang turut hadir di Paviliun Indonesia, kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Jakarta di panggung internasional, khususnya kepada pasar Tiongkok,” tuturnya.

CISMEF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian agenda Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menuju APEC Economic Leaders’ Meeting yang akan digelar di Shenzhen, China, pada 18–19 November 2026.

Bagi Indonesia, momentum tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus mendorong UMKM nasional memanfaatkan pasar internasional.

Dengan potensi pasar Tiongkok yang besar, pemerintah berharap, keikutsertaan Indonesia dalam CISMEF tidak hanya meningkatkan eksposur produk UMKM, tetapi juga menghasilkan koneksi bisnis, transaksi dan kerja sama berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments