Tuesday, July 14, 2026
spot_img
HomeBUMNDanantara Tetapkan 8 Mitra Terpilih Proyek Olah Sampah Jadi Listrik II

Danantara Tetapkan 8 Mitra Terpilih Proyek Olah Sampah Jadi Listrik II

INAKINI.COM – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.

Seleksi mencakup 8 lokasi pengembangan dan meliputi 20 kabupaten/kota, yang mana penetapan mitra terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.

“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional,” tegas Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Fadli Rahman menjelaskan, penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, serta komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.

“Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi,” ujar Fadli Rahman.

Delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua, diantaranya :

  • SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) untuk proyek di Medan Raya
  • Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) untuk proyek di Kabupaten Bekasi
  • Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) untuk proyek di Lampung Raya
  • Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) untuk proyek di Serang Raya
  • Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) untuk proyek di Semarang Raya
  • Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk proyek di Surabaya Raya​​​​
  • MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) untuk proyek di Bogor Raya 2
  • Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk proyek di Yogyakarta Raya.

Adapun, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Perancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal China.

“Seluruh konsorsium itu menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional,” ujar Fadli Rahman.

Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), Fadli menjelaskan terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek, yang mana berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan.

Nantinya, mitra terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA), yang merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL.

Selain itu, mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya, sementara mitra cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila mitra terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Setelah penerbitan CLoa, Fadli menegaskan masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan feasibility study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company, dan penyelesaian dokumen komersial serta perolehan persetujuan pembiayaan.

Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia.” ujar Pandu.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments