INAKINI.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 telah mencapai Rp834,4 triliun, meningkat 22,1% jika dibandingkan dengan penerimaan pajak pada tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp683,3 triliun.
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Mei ini sudah setara 35,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
“Yang paling menarik pendapatan pajak naiknya 22,1%. Anda bandingkan tahun lalu di bulan yang sama tahun lalu pajak negatif 11,3% jadi ada perbaikan signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pada tahun 2025 sepanjang tahun pertumbuhan pajak negatif, akan tetapi pada tahun ini positif. Bahkan tahun ini dapat tumbuh lebih dari 20,5% seiring dengan perbaikan di perpajakan.
“Kita dorong ke level yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Beberapa jenis pajak yang tumbuh pesat antara lain PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21, serta PPN dan PPnBM. PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 tumbuh 26% dengan realisasi senilai Rp123,1 triliun, sedangkan PPN dan PPnBM terealisasi Rp315,7 triliun atau tumbuh 41,3%.
Kemudian PPh badan tercatat tumbuh 23,9% dengan realisasi senilai Rp167,6 triliun. Sementara PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tumbuh sebesar 5,2% dengan realisasi senilai Rp138,7 triliun.
Sementara itu, penerimaan pajak lainnya terealisasi Rp89,3 triliun atau mengalami kontraksi sebesar 6%.
“Jadi ini semua menunjukkan ada perbaikan riil di ekonomi. Ketika ada kritik bahwa ekonomi di kertas saja tidak di riil masyarakat saya tidak tutup kuping saya periksa ke mana-mana data ini bener nggak. Kalau lihat di sini tumbuhnya cukup kenceng,” ucapnya.
Dengan perkembangan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pendapatan negara hingga akhir Mei 2026 sudah terkumpul Rp1.185 triliun atau 19,1% terhadap APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.


