Saturday, April 25, 2026
spot_img
HomeFinancePurbaya: Pemerintah Masuk Survival Mode demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli

Purbaya: Pemerintah Masuk Survival Mode demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli

INAKINI.COM – Pemerintah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan makna “survival mode” yang saat ini dijalankan pemerintah Indonesia di tengah tekanan ekonomi global. Konsep tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus bekerja ekstra ketat dalam mengelola kebijakan fiskal dan ekonomi, tanpa ruang untuk kesalahan maupun kebijakan yang tidak efektif.

“Artinya kita enggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita enggak ada ruang, atau enggak ada luxury untuk bermain-main lagi dengan segala peluang yang kita bisa buat,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (25/4/2026).

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, seluruh kebijakan harus dijalankan secara serius, terukur, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kondisi ini, Kementerian Keuangan akan mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan dapat dipantau secara ketat.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah. Satgas tersebut bertugas mengawal percepatan program strategis sekaligus mengatasi berbagai hambatan implementasi atau debottlenecking.

“Itu kan semua diawasi nanti di satu satgas, di situ antara lain juga akan masuk nanti yang dibuat debottlenecking seperti itu. Itu survival mode,” kata Purbaya.

Selain percepatan program, pemerintah juga fokus menutup celah inefisiensi dalam perekonomian, termasuk kebocoran penerimaan negara. Optimalisasi akan dilakukan pada sektor kepabeanan dan perpajakan yang dinilai masih memiliki ruang perbaikan.

“Kita enggak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefficiency terjadi di perekonomian kita, apalagi kalau disengaja,” tegasnya.

Purbaya mengakui kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menunjukkan kemajuan, namun potensi kebocoran masih ditemukan di sejumlah sektor.

“Walaupun sudah maju, bea cukai dan pajak, kita masih melihat kebocoran yang bisa ditutup. Jadi itu yang disebut survival mode,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments