INAKINI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dirancang untuk memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian dan tidak untuk sehari penuh.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan hal tersebut untuk menanggapi salah satu narasi yang beredar menyebutkan bahwa menu MBG jauh dari takaran gizi yang dibutuhkan.
“Perlu dipahami bahwa MBG memang tidak dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi harian. Program ini didesain untuk memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian penerima manfaat,” ujar Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta pada Senin (9/3/2026).
Nanik Sudaryati Deyang menambahkan standar komposisi menu MBG telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan energi, protein, karbohidrat, serta mikronutrien yang relevan bagi kelompok penerima manfaat. Lebih dari itu, kata dia, tujuan besar dari program ini yakni membangun kebiasaan makan sehat dan bergizi bagi generasi masa depan bangsa.
Selain itu BGN juga menegaskan bahwa Program MBG dilaksanakan dengan panduan teknis yang jelas dan terstruktur. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul di media sosial terkait ada atau tidaknya prosedur teknis dalam pelaksanaan program.
“Semua petunjuk teknis atau juknis pelaksanaan MBG sudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Dokumen tersebut saat ini sudah diunggah di situs resmi BGN sehingga dapat dipelajari oleh masyarakat maupun mitra pelaksana,” kata Nanik.
Juknis tersebut, sambung dia, mencakup berbagai aspek operasional mulai dari standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengolahan makanan, keamanan pangan, hingga komposisi gizi dalam setiap menu yang disajikan.
Dengan keterbukaan tersebut BGN berharap diskusi publik mengenai Program MBG dapat dilakukan secara konstruktif berbasis data dan dokumen resmi.


