Saturday, March 7, 2026
spot_img
HomeNewsBGN Tutup Pendaftaran Mitra MBG, Waspada Jual Beli Titik SPPG

BGN Tutup Pendaftaran Mitra MBG, Waspada Jual Beli Titik SPPG

INAKINI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pendaftaran sebagai mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah ditutup dan meminta masyarakat mewaspadai iming-iming jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh oknum yang meminta biaya tertentu.

“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi,” kata Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

Sony Sanjaya meminta masyarakat yang mendapatkan iming-iming tersebut untuk segera melapor ke BGN agar segera ditindaklanjuti.

“Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan, jadi kepada orang-orang yang meminta uang itu, silakan pertanggungjawabkan,” ujar Sony Sanjaya.

Sony Sanjaya menegaskan untuk setiap titik yang diturunkan, maka otomatis tidak akan diverifikasi dan dibatalkan oleh BGN, sehingga calon mitra akan diblokir dari sistem mitra.bgn.go.id.

BGN juga akan menindak tegas oknum SPPG yang modus pura-pura tertipu saat membangun dapur untuk melayani Program MBG.

“Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu gitu ya supaya yakin diverifikasi, tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu, seperti kemarin ada orang yang datang ke saya, ‘Pak, saya ditipu, dapur saya sudah jadi, tetapi saya ditipu, enggak masuk ke dalam sistem.’ Kemudian saya tanya, penipunya siapa? Kalau ada, laporin dong, saya pengin tahu untuk membedakan modus dan yang benar,” paparnya.

Sony Sanjaya menjelaskan apabila calon mitra ketika ditanya siapa penipunya tetapi enggan menjawab, maka dapat dipastikan itu hanya modus demi mendapatkan verifikasi dai BGN.

“Kalau dia enggak mau jawab, atau bilang, ‘Ya, adalah, Pak,’ begitu, maka sudah tentu modus, tetapi kalau yang benar-benar ditipu, sekarang sudah diterima laporannya sama polisi, jelas siapa penipunya, sebentar lagi mungkin tayang siapa penipunya, karena minimal satu orang itu Rp100 juta kerugiannya,” ujar Sony Sanjaya.

Sony Sanjaya menegaskan saat ini BGN sudah menutup pendaftaran SPPG karena sudah memenuhi kuota untuk melayani Program MBG. Hingga hari ini, sudah ada lebih dari 24 ribu SPPG yang berdiri di seluruh Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments