INAKINI.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus mendorong penguatan sistem perpajakan melalui penerapan coretax guna meningkatkan rasio pajak nasional.
Menurutnya langkah ini sejalan dengan catatan dari Fitch Ratings yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif.
Airlangga Hartarto menuturkan, evaluasi dari lembaga pemeringkat tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan bagi pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat penerimaan negara.
Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan terus mengawal implementasi coretax agar kontribusi pajak terhadap perekonomian dapat meningkat.
“Nah kita akan terus kawal coretax ini agar rasio tax kita bisa kita tingkatkan,” ujar Airlangga Hartarto pada Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pemerintah menyadari pentingnya memperkuat sumber penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung, sehingga reformasi sistem perpajakan melalui penerapan coretax di Kementerian Keuangan terus dipercepat.
Dalam laporan terbarunya, Fitch merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif dan menilai adanya peningkatan ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memengaruhi prospek fiskal Indonesia dalam jangka menengah.
Selain itu, Fitch juga menyoroti rasio penerimaan pemerintah Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan negara lain dengan peringkat yang sama.
Pendapatan pemerintah diperkirakan hanya sekitar 13,3 persen dari produk domestik bruto pada 2026–2027, jauh di bawah median negara berperingkat BBB yang mencapai sekitar 25,5 persen.
Airlangga menambahkan, kondisi ekonomi global saat ini turut dipengaruhi ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dan situasi tersebut, juga berdampak pada prospek ekonomi banyak negara.
“Ekonomi dunia semuanya terpengaruh bukan hanya oleh Fitch tetapi juga oleh perang,” katanya.
Meskipun outlook diturunkan, Fitch Ratings tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB yang masih berada dalam kategori layak investasi. Airlangga menilai hal tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat.Jalur Mudik Indonesia
“Yang penting Indonesia tetap investment grade. Ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch itu kita pelajari, itu untuk mengingatkan Indonesia apa yang harus kita pelajari ke depan,” ucapnya.


