Tuesday, April 23, 2024
spot_img
HomeInternationalPresiden Ekuador Umumkan Negaranya dalam Masa Darurat Nasional

Presiden Ekuador Umumkan Negaranya dalam Masa Darurat Nasional

INAKINI.COM – Presiden Ekuador Daniel Noboa mengatakan negaranya sedang berperang dengan geng narkoba yang menyandera lebih dari 130 sipir penjara dan staf lainnya.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan kekerasan yang dramatis, di mana orang-orang bersenjata sempat mengambil alih siaran langsung TV dan terjadi ledakan di beberapa kota.

“Kami sedang berperang dan kami tidak bisa menyerah dalam menghadapi kelompok teroris ini,” kata Noboa kepada stasiun radio Canela Radio pada Rabu (10/1/2024). Dia memperkirakan sekitar 20.000 anggota geng kriminal aktif di Ekuador.

Sehari sebelumnya, Noboa menyebut 22 geng sebagai organisasi teroris, dan menjadikan mereka target resmi militer. Presiden Daniel Noboa yang menjabat sejak November 2023 ini berjanji untuk mengatasi masalah keamanan yang semakin meningkat akibat peningkatan geng penyelundup narkoba pengangkut kokain melalui Ekuador.

Penyanderaan, yang dimulai pada Senin dini hari (8/1/2024), dan kaburnya pemimpin geng Los Choneros Adolfo Macias dari penjara pada akhir pekan, mendorong Noboa untuk mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari.

Dia memperketat keputusan tersebut pada Selasa (9/1/2024) pasca serangkaian ledakan di seluruh negeri dan pengambilalihan stasiun televisi TC saat siaran langsung oleh orang-orang bersenjata mengenakan balaclava.

Pemerintah mengatakan gelombang kekerasan terbaru ini merupakan reaksi terhadap rencana Noboa untuk membangun penjara baru dengan keamanan tinggi bagi para pemimpin geng. Noboa mengatakan bahwa desain dua fasilitas baru akan diumumkan besok.

“Kami melakukan segala upaya untuk memulihkan semua sandera,” kata Noboa, menambahkan angkatan bersenjata telah mengambil alih upaya penyelamatan. “Kami melakukan segala yang mungkin, dan yang tidak mungkin, untuk membuat mereka aman dan sehat.”

Otoritas penjara SNAI mengatakan ada 125 penjaga yang disandera, sementara 14 lainnya adalah staf administrasi. Sebanyak 11 orang telah dibebaskan pada Selasa.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan staf penjara menjadi sasaran kekerasan ekstrem, termasuk ditembak dan digantung. Namun video-video tersebut belum dapat diverifikasi keasliannya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments