Saturday, March 2, 2024
spot_img
HomeBUMNPos Indonesia Cetak Pendapatan Rp2,41 Triliun di Semester I

Pos Indonesia Cetak Pendapatan Rp2,41 Triliun di Semester I

INAKINI.COM – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik, PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Indonesia mencetak pendapatan usaha Rp2,41 triliun pada semester I-2023.

Pencapaian itu tumbuh 8,39% year-on-year (yoy) dibandingkan paruh pertama tahun lalu senilai Rp2,22 triliun.

Segmen jasa surat dan paket pos mendominasi sebesar Rp941,13 miliar, disusul pos logistik mencapai Rp791,70 miliar. Keduanya mengalami pertumbuhan secara tahunan.

Namun, pendapatan dari jasa keuangan turun menjadi Rp479,13 miliar, dari Rp1,01 triliun pada tahun lalu.

Segmen ritel juga meningkat di angka Rp134,32 miliar dari Rp8,01 miliar, meskipun jasa properti terpangkas tipis menjadi Rp67,13 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok membengkak 9,70 persen menjadi Rp1,67 triliun. Namun, perseroan memangkas biaya penjualan dan beban umum administrasi masing-masing di angka Rp24,85 miliar dan Rp403,02 miliar.

Laba bersih yang diperoleh enam bulan pertama tahun 2023 mencapai Rp371,68 miliar, meningkat 50,16 persen yoy dari Rp247,51 miliar, demikian tersaji dalam Keterbukaan Informasi pada Senin (2/10).

Balance sheet akhir Juni 2023 menunjukkan peningkatan aset 10,7% year-to-date (ytd) mencapai Rp12,35 triliun. Jumlah utang atau kewajiban (liabilitas) membengkak 14,02 persen ytd sebesar Rp4,78 triliun, sedangkan ekuitas naik 8,81 persen menjadi Rp7,56 triliun.

PT Pos menggenggam kas dan setara kas pada Juni 2023 mencapai Rp1,92 triliun, terpangkas Rp11,26 miliar dari awal tahun akibat sejumlah pengeluaran, antara lain perolehan aset tetap hingga pembayaran pinjaman bank.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pos Indonesia Tonggo Marbun mengatakan, Pos Indonesia memiliki target untuk berkontribusi dalam menurunkan biaya logistik pada ekosistem logistik nasional dari 23% menjadi 15% dari PDB. “Konteksnya dalam ekosistem logistik nasional kita biaya logistik sangat tinggi, 23% dari PDB, kami ditantang untuk ikut serta membantu menurunkannya 8% menjadi 15%.”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments