INAKINI.COM – Pihak Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan mantan Presiden ACT atau Aksi Cepat Tanggap, Ahyudin beserta Presiden ACT sekarang Ibnu Khajar sebagai tersangka.
Latar belakang penetapan tersangka tersebut disebabkan adanya penyalahgunaan dana yang masih dibeberkan apa tujuannya.
“Total dana yang diterima oleh ACT dari Boeing kurang lebih Rp 138 miliar. Digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp 103 miliar dan sisanya Rp 34 miliar digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya,†kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Helfi Assegaf pada Senin 25 Juli 2022.
Total potongan 34 miliar yang dilakukan pihak ACT dari dana bantuan Boeing 138 miliar tersebut masih tidak sesuai.
Baca Juga : Sudah Perang Berbulan-Bulan, Rusia Menyangkal Jadi Sebab Krisis Pangan Secara Global
Diketahui ACT menggunakan dana mencapai 2 miliar untuk pengadaan armada rice truk, kemudian besaran dana 2,8 miliar digunakan untuk program big food bus, dan pembangunan pesantren di daerah Tasikmalaya mencapai angka Rp 8,7 miliar.
Tidak hanya itu, dari total 10 miliar rupiah juga digunakan pihak ACT untuk sektor koperasi syariah 212.