Sunday, October 18, 2026
spot_img
HomeNews2 Petani Perempuan Indonesia Sandang Status Pahlawan dari FAO

2 Petani Perempuan Indonesia Sandang Status Pahlawan dari FAO

INAKINI.COM – Dua petani perempuan Indonesia, Rulyantina dari Pandeglang, Banten, dan Istiqamah dari Aceh, meraih penghargaan 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma, Italia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi keduanya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan sektor pertanian.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari peringatan International Year of the Woman Farmer 2026 yang diselenggarakan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa/ Food and Agriculture Organization (FAO).

Atase Pertanian Republik Indonesia di Italia Muharfiza mengatakan, penghargaan itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kiprah perempuan Indonesia di sektor pertanian kepada dunia.

“Pengakuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kiprah perempuan Indonesia kepada dunia,” kata Muharfiza seperti dilansir dari Antara.

Menurut Muharfiza, Rulyantina berkontribusi melalui inovasi pengolahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Sementara itu, Istiqamah berperan dalam memperkuat kelembagaan petani, menjaga kualitas produk, dan memperluas akses pasar internasional.

Kiprah keduanya menunjukkan peran strategis perempuan dalam mendorong inovasi, memperkuat ekonomi masyarakat, serta meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia.

Rulyantina, yang dikenal dengan sebutan “Unni Talas Beneng”, merupakan inovator pangan asal Pandeglang, Banten. Ia mengembangkan talas beneng, komoditas umbi khas daerah tersebut, menjadi beragam produk bernilai ekonomi lebih tinggi melalui pendekatan zero waste atau minim limbah.

Dalam mengembangkan talas beneng, Rulyantina juga memperoleh pendampingan dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan potensi komoditas lokal.

Inovasi itu mendorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat perdesaan, terutama perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengolahan bahan baku secara optimal juga memperlihatkan potensi talas beneng untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi perdesaan sekaligus memperkaya pilihan pangan masyarakat.

Sementara itu, Istiqamah dari Aceh berkontribusi dalam pengembangan usaha perkebunan kopi melalui perannya sebagai sekretaris koperasi yang mewakili 980 anggota. Koperasi tersebut mengelola lahan perkebunan kopi seluas lebih dari 1.200 hektare.

Ia turut memperkuat kelembagaan petani, menjaga standar kualitas, dan memperluas akses pasar. Produk kopi dari koperasi tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, dan Qatar.

Pengalaman Istiqamah menunjukkan peran koperasi dalam memperkuat posisi tawar petani, menjaga mutu produk, serta menghubungkan hasil pertanian Indonesia dengan pasar global. Melalui kelembagaan ekonomi yang kuat, petani dapat mengembangkan usaha secara kolektif dan memperluas jaringan pemasaran.

Selain itu, Istiqamah mendorong penerapan praktik budi daya kopi berbasis agroforestri berkelanjutan untuk mendukung pelestarian hutan, menjaga kesehatan tanah, dan mempertahankan ketersediaan sumber daya air.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah tantangan perubahan iklim, serangan hama, dan dinamika pasar. Kiprahnya sekaligus memperlihatkan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan kelembagaan petani dan pengembangan rantai perdagangan internasional.

Penghargaan 100 Women Heroes FAO 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam sektor pertanian. Pencapaian Rulyantina dan Istiqamah menunjukkan potensi petani perempuan Indonesia dalam menghadirkan inovasi, mengembangkan komoditas lokal, memperkuat kelembagaan petani, dan memperluas pemasaran produk pertanian ke pasar internasional.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments