INAKINI.COM – Kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Moscow turut menyoroti potensi besar kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Rusia. Hubungan ekonomi kedua negara dinilai terus berkembang dan membuka peluang pasar yang luas.
Mengutip laman kemlu.go.id, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Komoditas yang diperdagangkan mencerminkan kebutuhan dan keunggulan masing-masing negara.
Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan ke Rusia. Di antaranya lemak dan minyak nabati seperti minyak sawit, karet, kopi, teh, kakao, hingga produk alas kaki dan peralatan industri.
Selain itu, produk lain seperti ikan, furnitur, serta barang elektronik juga menjadi bagian dari ekspor Indonesia. Ragam komoditas ini menunjukkan daya saing produk nasional di pasar Rusia.
Sementara itu, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas penting dari Rusia. Produk utama yang masuk antara lain pupuk, batu bara, besi baja, aluminium, hingga gandum.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Rusia dalam beberapa tahun terakhir mencapai miliaran dolar AS. Pada 2022 tercatat sekitar 3,56 miliar dolar AS, kemudian 3,35 miliar dolar AS pada 2023.
Sementara pada periode awal 2024, nilai perdagangan mencapai sekitar 1,57 miliar dolar AS. Namun, neraca perdagangan masih menunjukkan defisit di pihak Indonesia.
Meski demikian, peluang peningkatan perdagangan masih terbuka lebar. Rusia memiliki jumlah penduduk besar yang mencapai lebih dari 140 juta jiwa, sehingga menjadi pasar potensial bagi produk Indonesia.
Selain itu, Rusia juga menjadi pintu masuk ke kawasan Eurasian Economic Union. Kawasan ini mencakup beberapa negara seperti Belarus, Kazakhstan, hingga Armenia.
Pemerintah Indonesia juga tengah mendorong pembentukan perjanjian perdagangan bebas dengan kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akses pasar dan volume perdagangan kedua pihak.
Rusia juga dinilai sebagai pasar potensial bagi produk halal Indonesia. Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar di kawasan Eropa, peluang ekspor sektor ini semakin terbuka.
Dengan berbagai potensi tersebut, kerja sama perdagangan Indonesia dan Rusia diproyeksikan terus tumbuh. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.


