Wednesday, February 18, 2026
spot_img
HomeNewsIntip 8 Perusahaan yang Lolos Tender Proyek Waste to Energy (WTE) Danantara

Intip 8 Perusahaan yang Lolos Tender Proyek Waste to Energy (WTE) Danantara

INAKINI.COM – Danantara Indonesia telah mengumumkan delapan perusahaan yang berhak mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dari total 24 peserta yang mendaftar, delapan perusahaan ini terpilih untuk bersaing dalam pengembangan program Waste-to-Energy (WtE) yang pada tahap pertama difokuskan di empat wilayah: Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia Fadli Rahman menyatakan bahwa proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) ini dilakukan secara transparan dengan tata kelola yang kuat dan berbasis mitigasi risiko.

“Tender ini menunjukkan dalam menjalankan prosesnya Danantara selalu memastikan adanya tata kelola yang kuat sejak hulu” kata Fadli Rahman.

“Termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” terang Fadli Rahman (17/2/2026).

Konsorsium yang terbentuk nantinya diharapkan mampu melakukan transfer teknologi kepada perusahaan lokal maupun pemerintah daerah.

“Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,ˮ kata Fadli Rahman.

Daftar 8 Perusahaan Peserta Tender

Dominasi perusahaan asal Tiongkok terlihat jelas dalam daftar ini, disusul oleh perwakilan dari Prancis dan Jepang:

Tiongkok (6 Perusahaan)

  1. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd.
  2. Wangneng Environment Co., Ltd.
  3. Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.
  4. SUS Indonesia Holding Limited.
  5. China Conch Venture Holding Limited.
  6. PT Jinjiang Environment Indonesia.

Prancis (1 Perusahaan)

  1. Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd.

Jepang (1 Perusahaan)

  1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering.

Rekam Jejak 3 Peserta Utama

Berikut adalah ulasan singkat mengenai tiga perusahaan global yang menjadi sorotan dalam tender ini:

  1. Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis)

Bagian dari grup multinasional Veolia, perusahaan ini bergerak di sektor pengelolaan air, limbah, dan energi di lebih dari 50 negara.

Bekerja sama dengan Danone Aqua, mereka mengoperasikan pabrik daur ulang plastik PET berkapasitas 25.000 ton per tahun di Pasuruan, Jawa Timur.

  1. China Conch Venture Holding Limited (Tiongkok)

Berbasis di Provinsi Anhui, perusahaan ini berfokus pada pelestarian energi dan infrastruktur lingkungan.

Terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, China Conch memiliki spesialisasi dalam teknologi insinerasi limbah untuk menghasilkan panas dan listrik.

Di Indonesia, mereka berafiliasi dengan PT Conch South Kalimantan Cement yang telah lama beroperasi di Kalimantan Selatan.

  1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang)

Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (MHIECE) merupakan pemain lama dalam proyek energi bersih. Rekam jejak globalnya mencakup proyek waste to energy TuasOne di Singapura dan pengolahan limbah raksasa di Shanghai, Tiongkok.

Di Indonesia, teknologi MHIECE sudah diaplikasikan sejak 2019 di TPST Bantargebang melalui proyek PLTSa yang bekerja sama dengan PLN Nusantara Power, mampu mengolah 100 ton sampah per hari.

Proyek PSEL ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi Indonesia dalam mengelola permasalahan sampah perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui teknologi yang berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments