INAKINI.COM – COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan terdapat 1.074 perusahaan di bawah BUMN yang perlu ditata ulang. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara melakukan transformasi terhadap pengelolaan BUMN.
“Ternyata kita punya 1.074 perusahaan di bawah BUMN. Total perusahaan yang kita kelola jumlahnya 1.074,” ujar Dony dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Menurut Dony Oskaria, sejumlah persoalan ditemukan dari 1.074 perusahaan tersebut. Persoalan itu meliputi kegiatan usaha yang tumpang tindih, perusahaan yang mengalami kerugian, hingga pengelolaan yang tidak efisien.
“Dari 1.074 itu, banyak yang overlap, banyak yang rugi, banyak yang inefisien, banyak yang satu sama lain punya tagihan yang tidak selesai, dan lain sebagainya,” katanya.
Danantara mulai melakukan penataan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Dony Oskaria menjelaskan, penataan dilakukan dengan memetakan perusahaan berdasarkan industri yang dijalankan.
Danantara kemudian akan melihat standar atau global benchmark yang digunakan pada masing-masing industri.
“Yang pertama, kita membagi perusahaan kita yang 1.074 itu ke dalam industri apa saja yang kita masuk. Kemudian di dalam setiap industri itu kita tentukan global benchmark-nya apa,” ujar Dony Oskaria.
Dony Oskaria mencontohkan sejumlah sektor yang memiliki standar global, seperti pelabuhan, jalan tol, kontraktor, bandara, hingga perbankan. Langkah tersebut dilakukan agar transformasi BUMN dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.


