Sunday, September 27, 2026
spot_img
HomeTravelTiket Penerbangan Nonstop Perdana Sydney-New York Bakal Dijual di 2027

Tiket Penerbangan Nonstop Perdana Sydney-New York Bakal Dijual di 2027

INAKINI.COM – Maskapai penerbangan Australia, Qantas, mengumumkan rencana peluncuran layanan penerbangan komersial nonstop antara Sydney dan New York mulai pertengahan 2028. Rute ini menjadi penerbangan komersial langsung pertama dalam sejarah yang menghubungkan Australia dengan kota berjuluk The Big Apple tersebut.

Penerbangan bersejarah ini merupakan bagian dari inisiatif Project Sunrise yang digagas Qantas. Penjualan tiket untuk penerbangan perdana rute Sydney–New York dijadwalkan mulai dibuka pada Agustus 2027.

Penerbangan langsung ini akan memangkas waktu tempuh lebih dari tiga jam dibandingkan layanan satu transit yang beroperasi saat ini. Nantinya, penumpang dapat menempuh perjalanan pantai timur Australia menuju New York dalam waktu sekitar 18 jam tanpa henti.

New York menjadi rute Project Sunrise kedua yang dikonfirmasi oleh Qantas, menyusul rute penerbangan nonstop Sydney–London yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2027.

Sebelumnya, Qantas pertama kali melayani rute ke New York pada 1958 melalui layanan keliling dunia dengan transit di Fiji, Honolulu, dan San Francisco. Saat ini, maskapai mengoperasikan penerbangan harian satu transit ke New York via Auckland, Selandia Baru.

Penerbangan Project Sunrise akan dioperasikan menggunakan armada Airbus A350-1000ULR dengan konfigurasi khusus. Pesawat dibekali tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20.000 liter yang memungkinkannya terbang sejauh lebih dari 16.000 kilometer atau hingga 22 jam tanpa henti. Qantas memesan total 12 unit A350-1000ULR, masing-masing dikonfigurasi dengan 238 kursi yang terbagi dalam empat kelas kabin.

Pesawat pertama saat ini berada pada tahap akhir program uji terbang setelah mencetak rekor penerbangan komersial nonstop selama 24 jam 24 menit dari Melbourne menuju Toulouse, Prancis. Pengiriman unit pertama ke Qantas ditargetkan berlangsung pada April tahun depan.

CEO Qantas Group, Vanessa Hudson, menyatakan bahwa penambahan New York ke dalam jaringan Project Sunrise merupakan momen penting bagi konektivitas Australia dan Amerika Serikat.

“Menaklukkan tantangan jarak telah menjadi bagian dari identitas Qantas sejak awal. Menjangkau New York secara nonstop mewujudkan visi yang kami canangkan bertahun-tahun lalu,” ujar Vanessa Hudson.

Hudson menambahkan, desain pesawat dan pengalaman di dalam kabin dirancang berbasis riset ilmiah penerbangan jarak ultra jauh selama satu dekade terakhir. Riset yang dilakukan mulai dari tata pencahayaan kabin, menu makanan, hingga fasilitas Wellbeing Zone.

Qantas mengatakan ekspansi bisnis penerbangan nonstop ini didorong oleh tren pertumbuhan pasar. Kunjungan wisatawan dari AS ke Australia tercatat naik 5 persen secara tahunan (year-on-year), sementara permintaan tiket Qantas dari dan menuju New York melonjak hampir dua kali lipat sejak 2023. Minat pemesanan penerbangan jarak ultra jauh juga meningkat dari 58 persen menjadi 70 persen, bahkan menyentuh 80 persen di segmen pelancong premium.

Guna memastikan kesiapan operasional, para pilot Qantas juga telah memulai pelatihan menggunakan simulator A350 pertama di Sydney. Lebih dari 360 pilot dan 1.200 awak kabin disiapkan untuk mengoperasikan seluruh armada Project Sunrise saat ke-12 pesawat A350-1000ULR rampung dikirimkan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments