INAKINI.COM – Rencana merger PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kembali mencuat. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan akan mengonfirmasi rencana tersebut kepada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) selaku induk usaha Mitratel.
COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail mengenai rencana penggabungan kedua perusahaan menara tersebut. Menurutnya, aksi tersebut merupakan aksi korporasi perusahaan, bukan aksi pemegang saham Danantara.
“Nanti saya cek bagaimana. Karena itu kan aksi korporasi, bukan aksi pemegang saham. Jadi kita mesti cek dari mereka, apakah itu bagian daripada roadmap-nya mereka. Nanti akan kita cek,” ujar Dony kepada wartawan di kompleks parlemen pada Senin (31/8/2026).
Dony Oskaria membuka kemungkinan merger tersebut dilakukan apabila memang menjadi bagian dari roadmap bisnis kedua perusahaan. Namun, dia menegaskan rencana tersebut masih perlu dicek lebih lanjut.
Dia menjelaskan, masing-masing perusahaan memiliki rencana kerja dan hierarki pengambilan keputusan. Karena itu, Danantara akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada Telkom mengenai rencana tersebut.
“Pada dasarnya kan setiap perusahaan itu punya rencana kerja masing-masing. Nanti coba ditanyakan ke Telkom. Nanti bagaimana prosesnya, kan mereka punya hierarkinya,” tutur Dony Oskaria.
Wacana merger MTEL dan TBIG sebelumnya juga pernah mencuat dan kembali dibahas pada 2025. Nilai gabungan kedua perusahaan saat itu diperkirakan mencapai sekitar Rp90 triliun.
Rencana tersebut muncul di tengah upaya konsolidasi industri menara telekomunikasi. Jika terealisasi, penggabungan Mitratel dan TBIG akan menyatukan dua pemain besar di bisnis menara Indonesia dengan skala aset dan jaringan yang besar. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai struktur transaksi maupun pelaksanaannya.
Mitratel sendiri terus memperluas bisnisnya melalui ekspansi menara dan infrastruktur digital. Pada kuartal I 2026, Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun dengan EBITDA margin 82,7%.


