Saturday, May 2, 2026
spot_img
HomeNewsKemenbud Dorong Revitalisasi Anjungan TMII untuk Perkuat Etalase Budaya

Kemenbud Dorong Revitalisasi Anjungan TMII untuk Perkuat Etalase Budaya

INAKINI.COM – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong pentingnya revitalisasi anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai bagian dari upaya menjaga etalase sekaligus warisan budaya nasional.

“Kami di Kementerian Kebudayaan sangat mendukung revitalisasi anjungan-anjungan ini, serta mendorong semakin banyak aktivitas budaya,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 di TMII, Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).

Menurut Fadli Zon, anjungan daerah tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi wajah daerah di tingkat nasional.

Oleh karena itu, pengelolaan yang baik, perawatan, serta penyajian program budaya yang menarik menjadi keharusan.

“Anjungan ini adalah etalase daerah. Orang melihat kualitas sebuah daerah dari bagaimana anjungan itu dikelola,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, revitalisasi anjungan ini dinilai penting agar TMII tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan mampu menarik minat generasi muda.

Selain itu, Fadli Zon juga menyinggung potensi TMII untuk ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya mengingat usianya yang telah melampaui 50 tahun serta kekayaan budaya yang dimilikinya, termasuk keberadaan sekitar 18 museum di dalam kawasan tersebut.

Menurut dia, perlu adanya dukungan penuh mulai dari berbagai upaya pemeliharaan, perlindungan, pemanfaatan, serta pengembangan anjungan daerah yang tersebar di kawasan TMII.

“Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek pemeliharaan, hingga tata pamer yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah,” ucapnya.

Kolaborasi bersama diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah dan provinsi untuk terus mengoptimalkan fungsi anjungan sebagai ruang ekspresi budaya.

Apalagi, anjungan daerah di TMII tidak hanya menampilkan rumah adat, tetapi juga menjadi pusat aktivitas budaya seperti pertunjukan tari, teater, hingga pengenalan kuliner dan produk kreatif daerah. Keberagaman ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat luas.

“Di dalam anjungan itu ada sanggar seni, aktivitas budaya, kuliner, hingga merchandise khas daerah. Ini menjadi wajah dari masing-masing provinsi,” kata Fadli Zon.

Lebih lanjut, Fadli Zon menilai bahwa optimalisasi anjungan yang aktif dan inovatif akan berdampak langsung pada peningkatan wisata budaya sekaligus literasi masyarakat terhadap kekayaan daerah di Indonesia.

Dengan demikian, TMII tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi budaya nasional.

Kementerian Kebudayaan juga terus mendorong partisipasi aktif dari seluruh daerah, termasuk 38 provinsi yang telah memiliki anjungan di TMII.

Fadli Zon berharap, setiap daerah dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana promosi budaya sekaligus penguatan identitas lokal di tingkat nasional.

Peringatan 51 tahun TMII menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, TMII diharapkan terus menjadi simbol keberagaman dan persatuan budaya Nusantara.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments