Sunday, January 11, 2026
spot_img
HomeFoodBulog Targetkan Penerapan Beras Satu Harga Nasional 2026

Bulog Targetkan Penerapan Beras Satu Harga Nasional 2026

INAKINI.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Bulog menargetkan penerapan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyamaratakan harga beras medium SPHP di tingkat pengecer secara nasional.

“Dari Sabang sampai Merauke, insyaallah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP. Dari Sabang sampai Merauke harganya satu harga,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani pada Jumat (9/1/2026).

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan target tersebut menjadi salah satu sasaran jangka pendek Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras. Ia berharap program itu dapat meningkatkan daya beli masyarakat secara merata.

Langkah tersebut terinspirasi dari keberhasilan PT Pertamina (Persero) yang telah lebih dulu menjalankan program BBM satu harga secara nasional. Bulog, kata dia, ingin menghadirkan keadilan harga pangan bagi seluruh masyarakat.

“Seperti juga Pertamina, dari Sabang sampai Merauke satu harga. Bulog juga harga berasnya satu, kami mohon doa restunya,” ucap Ahmad Rizal Ramdhani.

Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan realisasi beras satu harga sangat bergantung pada keberhasilan Bulog menyerap beras sebesar empat juta ton sepanjang tahun ini. Cadangan beras pemerintah dinilai menjadi instrumen utama dalam mengendalikan harga pasar.

“Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor. Kemudian yang kedua potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga,” katanya.

Ahmad Rizal Ramdhani optimistis target serapan tersebut dapat tercapai seiring proyeksi panen beras nasional yang dinilai stabil. Badan Pangan Nasional juga memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai 34,7 juta ton.

Saat ini, total stok beras Bulog di seluruh Indonesia tercatat sebesar 3,35 juta ton. Rizal memastikan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masuknya panen dari sentra produksi nasional.

Sementara Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan swasembada beras Indonesia turut berdampak pada pasar global. Harga beras dunia tercatat mengalami penurunan signifikan.

“Dampak positifnya adalah harga pangan dunia turun dari 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per metrik ton. Turun 44 persen,” ujar Amran dalam sambutannya pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Ia menilai, keputusan Indonesia tidak melakukan impor beras membuat pasokan global berlimpah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti kontribusi petani Indonesia di panggung internasional.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments