Friday, June 21, 2024
spot_img
HomeTechnologyPerkuat Penanganan Konten Hoax, KemenKominfo Gandeng BRIN Kembangkan AI

Perkuat Penanganan Konten Hoax, KemenKominfo Gandeng BRIN Kembangkan AI

INAKINI.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penanganan konten hoax di dunia digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) – Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan menyatakan potensi kerja sama dalam penciptaan fitur teknologi kecerdasan artifisial dalam membantu Kementerian Kominfo menjalankan pengawasan atas berita hoax.

“Adanya kebutuhan dalam menciptakan sistem teknologi. Lewat kerja sama ini, KemenKominfo dan Kolaborasi Riset dan Inovasi Nasional (Korika) BRIN akan menciptakan teknologi kecerdasan artifisial untuk melakukan analisis berita hoax dan sentimen,” jelasnya usai Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan Natural Language Processing (NLP) Artificial Intelligence antara Ditjen Aptika dan Korika BRIN di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat pada Kamis (13/04).

Dirjen Semuel menjelaskan, Korika akan menghasilkan algoritma yang dibuat melalui teknik Natural Language Processing dan Machine Learning yang akan diberikan kepada Kominfo untuk dapat dimanfaatkan.

“Hasil yang diharapkan Kominfo dapat memanfaatkan teknologi Kecerdasan Artifisial dalam menjalankan fungsi pengawasan atas berita hoax dan sentimen di sosial media,” tegasnya.

Ketua Umum Korika Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.,IPU menyatakan kerja sama itu merupakan salah satu tindak lanjut penerapan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia (Stranas KA) yang diluncurkan pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 10 Agustus 2020.

“Korika merupakan hasil pemikiran kolektif dan kolaboratif dari berbagai entitas yang melengkapi komponen quad helix, pemerintah, industri, akademis, dan komunitas. Untuk mengorkestrasi ekosistem kolaborasi untuk menghasilkan inovasi,” tuturnya.

Menurut Ketua Korika, kerja sama diformalkan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu akan menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi percepatan penerapan strategi nasional kecerdasan artifisial menuju Visi Indonesia 2045.

“Ini sejalan dengan pembentukan Korika yang merupakan gabungan pusat inovasi kecerdasan artifisial (PIKA) saat BPPT,” tegasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments