INAKINI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah melakukan efisiensi anggaran program makan bergizi gratis (MBG) 2026 sehingga jumlahnya kini hanya Rp 229 triliun, dari sebelumnya senilai Rp 268 triliun atau terjadi pemangkasan Rp 39 triliun.
“Jadi dari Rp 268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp 229 triliun,” kata Kepala BGN Sudaryono seusai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Sudaryono mengatakan, dari pagu Rp 229 triliun tersebut, sekitar Rp 117 triliun telah digunakan untuk pelaksanaan MBG hingga 27 Agustus 2026.
Selain realisasi belanja, Sudaryono dan Purbaya juga membicarakan evaluasi anggaran berjalan bersamaan dengan penyisiran satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Dari 27.485 SPPG yang diperiksa BGN, sebanyak 27.022 telah ditetapkan sebagai dapur MBG, sedangkan 463 lainnya di-suspend atau ditunda karena antara lain memiliki profil atau data yang belum lengkap.
Sudaryono mengatakan BGN tetap menyiapkan perluasan layanan MBG, terutama melalui pengaktifan dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sudaryono menyebut sekitar 2.700 dapur telah siap dibuka secara bertahap dan kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi menggunakan anggaran 2026 tanpa meminta tambahan anggaran.


