Saturday, August 22, 2026
spot_img
HomeNewsKAI Mulai Bangun Delapan Tower Rusun MBR di Kawasan Stasiun Manggarai

KAI Mulai Bangun Delapan Tower Rusun MBR di Kawasan Stasiun Manggarai

INAKINI.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi memulai pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, proyek tersebut akan menyediakan 3.784 unit hunian yang dibangun dalam delapan tower.

“Total unitnya itu 3.784,” ujar Bobby saat memberikan laporan dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jumat.

Proyek hunian tersebut terbagi dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F.

Blok G terdiri dari tiga tower dengan total 1.276 unit, sedangkan Blok F terdiri dari lima tower dengan total 2.508 unit. Seluruh Tower Dirancang Punya 24 lantai.

Di Blok G, tiga tower terdiri dari Tower A sebanyak 352 unit, Tower B sebanyak 418 unit, dan Tower C sebanyak 506 unit.

Sementara itu, lima tower di Blok F terdiri dari Tower 1 dan Tower 2 masing-masing 572 unit, Tower 3 sebanyak 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit.

Bobby Rasyidin menjelaskan, hunian tersebut akan memiliki beberapa pilihan tipe, mulai dari studio seluas 28 meter persegi, tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

Selain hunian, kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung, yang terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Manfaatkan Aset KAI

Menurut Bobby Rasyidin, pembangunan hunian MBR ini memanfaatkan aset milik KAI di kawasan Manggarai.

Lahan yang digunakan untuk Blok G dan Blok F memiliki luas total sekitar 2,2 hektar dengan status Hak Pengelolaan (HPL) dan kepemilikan tanah oleh KAI.

“Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Bobby Rasyidin.

Meski dimanfaatkan untuk hunian, Bobby menegaskan pengembangan aset tersebut tetap menempatkan keselamatan dan kelancaran layanan kereta api sebagai prioritas.

Pembangunan hunian Manggarai ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking.

Bobby Rasyidin mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Ini khususnya dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR di kawasan perkotaan.

“Hunian di tengah kota untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sesuai dengan Permen yang telah dikeluarkan oleh Kementerian PKP,” ujar Bobby Rasyidin.

Dia menambahkan, KAI akan menjaga tata kelola agar hunian tersebut benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi MBR sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan pembangunan secara vertikal, proyek ini sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan KAI yang berada di kawasan strategis dan terhubung dengan transportasi publik.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments