Friday, April 3, 2026
spot_img
HomeTravelRencana Pembangunan Bandara dan Metro Makkah Mulai Berjalan

Rencana Pembangunan Bandara dan Metro Makkah Mulai Berjalan

INAKINI.COM – Rencana pembangunan bandara dan sistem metro di Makkah kini tengah berjalan. Menurut seorang pejabat berwenang, kota suci ini terus memacu peningkatan transportasi dan infrastruktur besar-besaran.

CEO Royal Commission for Makkah City & Holy Sites (RCMC), Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan dalam wawancara dengan Harvard Business Review bahwa persetujuan telah didapatkan untuk arah investasi strategis dan ekonomi guna mengembangkan Bandara Makkah dengan standar global, yang ditujukan untuk melayani jutaan pengunjung.

Saleh Al-Rasheed menambahkan bahwa RCMC akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan model investasi yang sesuai tanpa mengganggu kelayakan bandara-bandara di kota tetangga.

Saleh Al-Rasheed juga menyebutkan bahwa studi kelayakan dan desain awal untuk Makkah Metro telah diselesaikan.

Transformasi Layanan dan Infrastruktur

Di luar transportasi, ia menguraikan upaya yang lebih luas untuk meningkatkan layanan dan pengalaman bagi penduduk maupun pengunjung. Proyek-proyek ini mencakup perumahan, infrastruktur, dan layanan publik yang diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat.

Saleh Al-Rasheed menyoroti target kinerja utama, termasuk meningkatkan tingkat kepuasan penduduk dan pengunjung hingga 90,5% pada tahun 2025.

Salah satu inisiatif unggulannya adalah program “Smart Makkah”, yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk memantau dan mengelola pergerakan massa di Masjidil Haram dan area sekitarnya.

Sistem ini mencakup teknologi prediktif untuk arus kerumunan di Jembatan Jamarat dan zona pusat, serta pencitraan udara yang terintegrasi dengan aplikasi “Balady” guna meningkatkan pengalaman jemaah.

Modernisasi Transportasi Darat

Saleh Al-Rasheed juga memaparkan kemajuan pada sistem bus, taksi, dan transportasi terpadu lainnya, termasuk peluncuran “Makkah Taxi”. Armada ini menggunakan kendaraan modern yang dilengkapi dengan sistem pelacakan, opsi pembayaran elektronik, serta model elektrik dan hibrida.

Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan 400 bus di 12 rute, mencakup sebagian besar lingkungan dan melayani 430 pemberhentian, ditambah empat stasiun utama di area pusat.

“Sejak operasi dimulai pada Februari 2022, pengguna layanan telah melampaui 185 juta penumpang, dengan lebih dari 3,8 juta perjalanan yang diselesaikan,” ujarnya.

Konektivitas dan Fasilitas Jemaah

Di tingkat infrastruktur, bagian utama dari jalan lingkar (ring road) pertama, kedua, dan ketiga telah selesai dan terhubung ke rute-rute utama menuju Masjidil Haram dan situs suci, termasuk Jalan Raja Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil.

Al-Rasheed mencatat adanya perluasan fasilitas layanan di sekitar Masjidil Haram, termasuk 60 gedung pemeliharaan dan 32 eskalator listrik, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan haji.

Proyek pengembangan lainnya meliputi:

  1. Peningkatan delapan situs di Arafah seluas 190.000 meter persegi.
  2. Pembangunan tenda dua lantai seluas 33.000 meter persegi.
  3. Pembangunan 10 menara hunian dengan kapasitas 27.000 jemaah.
  4. Pembangunan rumah sakit darurat 200 tempat tidur di Mina.

Keberlanjutan dan Ekonomi

Dalam upaya keberlanjutan, Komisi melalui Kidana Development Company tengah menanam 20.000 pohon, mengembangkan kompleks siklus air, serta mengimplementasikan jalur pejalan kaki yang teduh dan sejuk seluas lebih dari 285.000 meter persegi.

Ia menambahkan bahwa proyek manajemen limbah terpadu telah memberikan penghematan lebih dari SR310 juta (sekitar Rp1,3 triliun) melalui perbaikan jaringan air dan limbah.

Terakhir, Al-Rasheed menyatakan bahwa perkembangan ini akan mendukung sektor swasta, termasuk pendirian stasiun Jamarat Barat. Fasilitas ini memungkinkan penyelesaian Tawaf Al-Ifadah dalam waktu 20 menit dengan kapasitas 20.000 penumpang per jam, di samping pengembangan enam pasar umum baru dan peningkatan tiga pasar yang sudah ada.

Komisi telah mengadopsi pendekatan komprehensif untuk mendefinisikan ulang area pusat, termasuk meningkatkan ruang pejalan kaki sebesar 127% dan menambah lebih dari 30.000 meter persegi area peneduh untuk mengurangi kepadatan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments