INAKINI.COM – Bandara-bandara di Amerika Serikat dirundung kekacauan akibat penghentian sebagian operasional (shutdown) pemerintah, yang menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan berjam-jam dan penundaan penerbangan di mana-mana.
“Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan BERJAM-JAM, dan penerbangan yang terlewat,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri/ Department of Homeland Security (DHS) melalui media sosial X, Minggu (22/3/2026).
“Shutdown” pemerintah yang berdampak pada DHS tersebut telah berlangsung selama 40 hari lebih, dengan Dinas Administrasi Keamanan Transportasi/ Transportation Security Administration (TSA), yang merupakan bagian DHS, terdampak paling keras. Karyawan TSA dilaporkan tak kunjung digaji selama berminggu-minggu.
Dampaknya, sebagian besar staf TSA tidak bekerja, sehingga menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan di bandara-bandara mengular berkepanjangan.
“Tanggung jawab kekacauan ini ada di pundak orang-orang Partai Demokrat,” kata DHS.
Mengingat situasi yang berlangsung, Presiden AS Donald Trump di hari yang sama mengumumkan akan mengerahkan agen-agen Dinas Imigrasi dan Bea Cukai/ Immigration and Customs Enforcement (ICE) untuk meningkatkan pengamanan di bandara-bandara AS mulai 23 Maret.


