INAKINI.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan proses pendirian Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui beberapa tahapan. Setelah pembentukan legalitas sebanyak 83 ribu KDKMP selesai, saat ini sedang berjalan proses menuju tahap operasionalisasi.
Tahap ini, kata Farida Farichah pada Sabtu (14/3/2026) ditandai dengan pembangunan fisik gerai 2200 KDMP, gudang selesai 100 persen, serta sarana kelengkapan lainnya sesuai dengan Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2025.
“Ada 31 ribuan titik yang masih terus berjalan pembangunannya. Setelah pembangunan fisik rampung, dilanjutkan dengan pengisian kelengkapan rak-rak, alat transportasi mobil dan motor,” kata Farida Farichah.
Lanjutnya, gedung baru beserta sarana kelengkapannya akan diserahterimakan kepada Kepala Desa dan pengurus KDKMP setelah melalui proses verifikasi. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bangunan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Setelah semuanya lengkap, serah terima dilakukan, barulah pengurus dapat menjalankan operasional koperasi.
Diketahui, beberapa waktu lalu viral berita yang menyatakan bahwa ada bangunan KDKMP di Bojonegoro, Jawa Timur setelah diresmikan ternyata malah tutup, mendapat respons beragam dari masyarakat di media sosial. Berita tersebut juga sampai dan dibaca oleh Wamenkop Farida Farichah.
Namun demikian, Wamenkop Farida Farichah mengapresiasi antusiasme tersebut sebagai bentuk perhatian yang tinggi dari masyarakat terhadap pembangunan KDKMP.
“kami terbuka dengan masukan dan kritik, mari bersama-sama kita sukseskan KDKMP agar benar-benar sesuai tujuan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa”. ajak Wamenkop Farida Farichah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak juga mengatakan tidak ada peresmian Kopdes di Desa Ngraseh, Dander, Bojonegoro.
“Itu bukan launching, tapi tonggak progress yang disyukuri karena bangunannya sudah selesai. Di Jatim ada 774 yang sudah selesai pembangunannya dan sudah berjalan 64 persen untuk progress operasionalisasi,” kata Emil.
Menurutnya, perhatian publik terhadap progres pembangunan KDKMP menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar program ini benar-benar memberi manfaat secara berkelanjutan.
Emil Dardak menjelaskan atensi dari masyarakat juga terbukti dengan adanya minat menjadi anggota koperasi dari penerima Bansos Kemensos. Masuknya penerima bansos sebagai anggota Kopdes untuk memberdayakan mereka karena langsung punya usaha. Tujuan akhirnya berdaya selamanya, bansos cuma sementara.
Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Endy Alim juga mengatakan untuk operasional KDKMP perlu lebih dulu proses serah terima bangunan dan kelengkapannya.
“Saat ini ada 997 koperasi yang sudah beroperasi di Jawa Timur tapi masih dibangunan yang lama. Setelah ada serah terima akan dipindahkan ke gedung baru yang telah dibangun,” kata Endy.


